IBX5AE02DED33218

Berikut Beberapa Penyakit yang Ditangani oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Kardiovaskular)

Saat berobat ke puskesmas atau rumah sakit, biasanya dokter umum menjadi rujukan pertama. Seorang dokter umum sering disebut sebagai dokter layanan tingkat pertama karena berfokus pada pengobatan masalah kesehatan dan gejala umum yang dialami oleh pasien. Dokter umum biasanya akan merekomendasikan pasiennya menemui dokter spesialis jika kondisi penyakit yang diderita memerlukan perlakukan khusus. Dokter spesialis merupakan dokter yang akan memeriksa, mendiagnosis, dan mengobati masalah kesehatan berdasarkan kompetensi yang mereka miliki. Salah satu jenis dokter spesialis yang ada adalah dokter spesialis penyakit dalam. Penyakit dalam yang bisa ditangani oleh dokter spesialis sangat banyak sekali macam, salah satunya adalah spesialis penyakit dalam (kardiovaskular).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Kardiovaskular)

Dokter spesialis kardiovaskular bertugas mendiagnosis dan memberikan pengobatan seputar penyakit jantung dan pembuluh darah pada orang dewasa. Setiap masalah kesehatan yang terjadi pada jantung atau pembuluh darah yang memasok darah ke jantung ini bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular. Adapun penyakit kardiovaskular yang perlu dilakukan rujukan ke dokter spesialis sangat bermacam-macam, antara lain sebagai berikut:

1. Penyakit arteri koroner.
Merupakan jenis paling umum dari penyakit jantung. Dimana kondisi kesehatan ini terjadi akibat dinding arteri yang menebal akibat akumulasi lemak. Hal ini menghambat jumlah darah yang masuk ke jantung dan meningkatkan tekanan darah.

2. Trachycardia.
Trachycardia merupakan istilah medis untuk peningkatan denyut jantung. Kondisi palpitasi dan detak jantung tinggi bisa disebabkan oleh berbagai alasan, seperti kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, dan stress. Jika Anda mengalami kondisi ini, juga perlu dilakukan rujukan ke dokter spesialis penyakit dalam (kardiovaskular).

3. Penyakit otot jantung (kardiomiopati).
Otot-otot jantung kadang dapat juga melemah. Dalam kondisi ini fungsi otot-otot jantung akan melambat dan menyebabkan tidak mampu memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh.

4. Gangguan iraam jantung (aritmia).
Merupakan penyakit kelainan pada irama jantung yang menyebabkan banyaknya pasokan ardah yang diterima maupun disalurkan oleh jantung.

5. Penyakit katup jantung.
Di dalam jantung terdapat 4 buah katup. Penyakit katup jantung merupakan kondisi dimana salah satu atau lebih dari satu katup jantung tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya, sehingga menyebabkan terjadinya stroke dan angina.

6. Bradikardi.
Bradikardi merupakan istilah medis untuk denyut jantung yang lambat. Kondisi ini bisa terjadi ketika otot jantung lelah. Untuk memacu denyut jantung yang melemah, perlu menggunakan alat pacu jantung yang dipasang di jantung.

7. Gagal jantung.
Kondisi ini terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah dan berhenti bekerja. Hal ini bisa terjadi ketikan seseorang mengalami keterkejutan, kehilangan banyak darah, atau bahkan karena adanya gangguan paru-paru.

8. Penyakit jantung bawaan.
Pada beberapa kasus, ada bayi yang lahir dengan jantung lemah atau lubang di jantung mereka. Untuk kondisi ini biasanya ditangani dengan melakukan operasi, namun tingkat keberhasilannya cukup rendah.

9. Gangguan serebrovaskular.
Penyakit ini merupakan kondisi dimana terdapat hambatan dalam sirkulasi darah dari jantung menuju ke otak. Jenis penyakit ini terbilang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan stroke pada otak.

10. Angina.
Merupakan istilah medis untuk kondisi dimana merasa sakit dan sesak di sekitar dada. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya pasokan oksigen di dada. Biasanya penyebabnya karena adanya penyumbatan kecil pada arteri jantung atau koroner.

11. Aterosklerosis.
Penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya yang perlu dilakukan rujukan ke dokter spesialis penyakit dalam (kardiovaskular) dan perlu diwaspadai adalah aterokerosis. Penyakit ini berupa pengerasan arteri karena terdapat endapan wabah, racun, dan lemak. Kondisi ini bisa memicu terjadinya tekanan darah yang meningkat dan stroke jantung.

0 komentar:

Post a Comment